Kekecewaan. Terbiasa merasakan semuanya,
sedari dulu. Tidak perlu ada yang disesali dan tidak perlu ada yang diperbaiki.
Karena semua yang telah dilakukan tidak akan pernah terasa cukup. Nikmati
sajalah.
Semua berubah, tanpa harus tau kenapa. Harapan
membumbung tinggi, jatuh seketika melihat kenyataan tak mampu menyajikan
keindahan. Sekali lagi, nikmati sajalah.
Aku akan membuat semuanya menjadi indah, ya
tentu saja indah dimataku. Aku tak peduli jika itu terlihat buruk dimata
seorang picisan. Cukuplah aku mengais dari sisa sisa jilatan orang lain. Atau
orang lain yang mengais dari sisa jilatanku.
Tidak ada yang perlu dipikirkan, tidak perlu
ada yang dipahami, hanya perlu menerima. Dan semua akan terasa begitu indah.
Jika aku harus berdarah, aku akan melakukannya, bukan untukmu, tapi untuk
kebahagiaan. Kebahagiaan aku dan kamu, mungkin.
Terasa melelahkan. Sangat melelahkan. Tergurat
senyum paksa dari bibir tipis, di dalam tersayat hati. Sandiwara ini begitu
sempurna. Tepuk tangan riuh melambungkan angan. Akulah sang penghibur. Sombong.
Itu yang aku perlukan. Dan akan terus aku pertahankan.
Menunggu. Terus menunggu. Ya, aku masih akan
terus menunggu. Sampai raga ini tak mampu lagi menopang semua ego. Sampai raga
ini terseok seok menumpahkan keangkuhan. Dan sampai raga ini kembali pada
asalnya. Biarkan semuanya terkuras habis, karena aku tidak suka menyisakan
apapun. Apapun.
O ya, jangan khawatir, aku tidak butuk
seseorang untuk mendengarkan keluh kesahku, aku pun tak butuh tempat untuk
berbagi. Aku tak butuh lebih banyak penjilat. Sudah kubilang bukan ? aku
seorang yang angkuh, kesombonganku adalah tahtaku. Egoku adalah hartaku. Dengan
itu semua aku membangun kerajaanku.
Aku tak sampai hati menyeret kalian ke dalam
duniaku yang skeptis, sporadis. Aku beritahu, banyak lembah hitam disini. Aku
bukanlah seorang yang lihai mambaca hati, tapi aku tahu kalian tidak akan mau
berkunjung ke tempatku ini. Aku tak butuh belas kasihan, cukuplah bersandiwara,
jangan sampai aku muntah dimuka kalian. Tapi tenang, ketika aku mempunyai
sedikit kebahagiaan, aku akan mengunjungi dunia kalian, akan kubagi dengan
senang hati. Aku memang seorang yang angkuh, tapi aku masih mempunyai sedikit
hati sisa pemberian Tuhan.
Kenapa ? Terasa kasar ? Dunia kalian yang
terlalu lembut. Ini hal yang biasa di duniaku. Tak perlu logika untuk memahami
duniaku. Dan tidak perlu juga mencoba memahami bagaimana sesuatu bisa terjadi.
Cukup rasakan dan nikmati. Kalian akan mengerti dengan sendirinya.
Sudah lama aku berniat melakukan perjalanan
panjang meninggalkan kerajaanku. Melangkahkan kaki ke tempat dimana cinta akan
tumbuh dengan subur. Aku sudah pernah melakukannya. Tapi aku kembali. Aku salah
menilai dunia kalian. Tidak selembut yang aku bayangkan. Bahkan lebih kejam
dari duniaku. Emm, apa bahasa didunia kalian jika ada orang yang bermuka dua ?
o ya, munafik. Banyak orang orang munafik di dunia kalian. Itu jauh lebih kejam
dari kesombonganku. Mereka bertingkah baik kepadaku, tapi ketika aku berbalik
mereka menyerangku.
Sudah cukup aku rasa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar